|
THE YEAR OF WHOLENESS
Wholeness berarti lebih dari sembuh (health), karena Bapa menghendaki agar kita sempurna didalam roh,jiwa dan tubuh. Ada 3 modal yang harus kita pegang didalam menghadapi hari-hari didepan kita, a. Shalom, b. Holiness, c. Grace. Alkitab mencatat mengenai kisah Esau dan Yakub. Esau gambaran orang-orang yang suka berkhianat, mencintai diri sendiri, tidak kudus. Kita melihat spirit of Esau (ESAV) sedang terjadi dimana-mana. Yakub gambaran orang-orang pilihan Tuhan, orang-orang kudus Tuhan. Berkat Ishak atas Yakub merupakan 1st class blessing (Kej 27:27-29), yakni: a. Bau yang harum dan menyukakan Elohim (YHWH),b. Tanah-tanah yang gemuk, gandum dan anggur yang melimpah (kemakmuran) dan Embun dari langit (favor and blessing), c. Bangsa-bangsa akan takluk, suku-suku bangsa akan sujud (menjadi tuan bukan menjadi hamba). Kiranya Tuhan memberikan kepada setiap kita semangat yang baru. Be Whole!
|
|
|
BE FREE
(Yoh 8:31-16)
Selama 400 tahun bangsa Israel mengalami perbudakan di Mesir. Dibawah pemerintahan Firaun (Pharaoh), Israel hidup sebagai hamba. Seorang hamba tidak akan pernah mewarisi apa yang dimiliki oleh tuannya, sedangkan anak pasti akan mendapatkan warisan. Seorang hamba tidak memiliki DNA yang sama dengan tuannya, sedangkan anak memiliki kesamaan DNA dengan orangtuanya. Kita harus berjaga-jaga, karena perbudakan yang dilakukan Firaun bukan lagi secara fisik, namun sekarang sedang bergerak didalam dimensi roh, yaitu:
P= Persecution of the Church (penganiayaan gereja Tuhan);
H= Homosex (penyimpangan seks);
A= Abuse (penyalahgunaan);
R= Racism (rasisme);
A= Abortion (Aborsi);
O= Occultism (okultisme);
H= HIV/AIDS.
|
|
|
|
|
BE WHOLE
(1 Tesalonika 5:23 TB)
Bapa menghendaki agar kita menjadi utuh. Diri manusia terdiri atas tiga bagian, yakni roh, jiwa dan tubuh. Jika dikaitkan dengan konteks perjanjian lama, maka ketiga hal diatas dapat dikaitkan dengan gambaran tabernakel Musa (roh = ruang maha kudus, jiwa = ruang kudus, dan tubuh = halaman pelataran). Dalam konteks perjanjian baru bait Allah Roh Allah diam di dalam kita. Jadi bait Allah bukan lagi berbicara mengenai bangunan secara fisik, melainkan merujuk kepada diri kita seluruhnya. Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kita. (lihat 1 Kor 3:16-17)
|
|
|
|
|
|
‹‹ Start ‹ Prev 1 2 3 4 5 6 Next › End ››
|
| Results 1 - 4 of 22 |